Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2017

Catatan Pendakian Gunung Slamet

Dengan ketinggian puncak mencapai 3432 mdpl, gunung Slamet menjadi gunung tertinggi ke-dua di pulau Jawa. Sedangkan di tataran gunung gunung di Jawa tengah, gunung Slamet merupakan gunung tertinggi. Gunung Slamet masih berstatus sebagai gunung berapi yang aktif. Aktifitas vulkaniknya masih terus berlangsung hingga sekarang. Aktifitas yang paling terlihat tentu saja semburan belerang di kawahnya. Selain belerang, sumber air panas yang ada di kaki gunung ini juga menandakan bahwa gunung ini masih beraktifitas. Gunung Slamet terletak di lima wilayah administrasi, Tegal, Pemalang, Purbalingga, Banyumas dan Brebes. Masing masing daerah memiliki jalur pendakian tersendiri dengan puncak tersendiri. Gunung Slamet memiliki tipe gunung khas gunung gunung di Jawa Barat. Dengan hutan yang lebat di sepanjang jalur pendakian dan minimnya padang sabana. Hampir seluruh jalur pendakian tertutup hutan tebal, hanya terdapat sedikit trek terbuka. Tapi sayangnya puncak dari jalur Guci bukanlah top...

Film-film di Seputar Peristiwa G30S PKI 1965

Sejarah ditulis oleh pemenang. Pameo ini memang banyak berlaku di berbagai belahan bumi. Sejarah tentang perang dunia misalnya, dominan ditulis dari sudut pandang negara-negara pemenang perang. Penulisan sejarah pun semakin berkembang, tidak hanya terbatas pada dimensi teks/tertulis, tapi juga melalui film. Baik itu film dokumenter, film yang berangkat dari kisah nyata, atau film fiksi yang mengambil latar peristiwa sejarah. Hal ini juga nampak berlaku di Indonesia. Salah satu fragmen sejarah yang paling kontroversial, G30S 1965, memiliki beberapa film yang mengambil setting dari peristiwa ini. Baik orde baru sebagai pihak "pemenang" dalam konflik atau peristiwa ini, maupun penggiat kemanusiaan sama-sama membuat film berlatar peristiwa G30S 1965. Film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI sempat menjadi film wajib yang harus ditonton oleh anak usia sekolah di Indonesia. Terutama anak-anak dari generasi 90-an dan sebelumnya.

Pemerintahan H.W Daendels di Hindia Belanda

Pemerintahan Kerajaan Belanda mengupayakan pembaharuan daerah-daerah koloni dan jajahan, termasuk di Hindia Belanda. Terdapat dua pendapat umum tentang bagaimana caranya untuk melakukan pembaharuan di daerah jajahan. Masing-masing pendapat mewakili kelompok ideologi yang telah lama eksis di Belanda, yakni golongan liberal dan golongan konservatif; Golongan konservatif dengan tokohnya Nenenberg menginginkan untuk mempertahankan sistem politik dan ekonomi seperti yang dilakukan oleh VOC. Golongan liberal dengan tokohnya Dirk van Hogendorp menghendaki agar pemerintah Hindia Belanda menjalankan sistem pemerintahan langsung dan menggunakan sistem pajak. Sistem penyerahan paksa yang dilakukan oleh VOC agar digantikan dengan sistem penyerahan pajak. Dengan adanya dua pandangan ini maka pemerintah Belanda mengambil jalan tengah. Di satu pihak pemerintah condong kepada pemikiran kaum konservatif karena kebijaksanaannya akan mendatangkan keuntungan yang cepat dan mudah dilaksanakan. Di p...

Marxisme: Eksistensi dan Hakikat Manusia (bagian 3)

Konsep Sosialisme Marx Konsep sosialisme Marx berasal dari konsepnya tentang manusia. Menurut konsep tentang manusia ini, sosialisme bukan sebuah masyarakat yang tersusun atas individu-individu yang diatur dan otomatis yang mengabaikan apakah mereka memiliki pendapatan yang cukup atau tidak, dan yang mengabaikan apakah pangan dan sandang mereka tercukupi dengan baik atau tidak. Sosialisme bukanlah sebuah masyarakat di mana individu tersubordinasikan oleh negara, mesin dan birokrasi. Tujuan sosialisme adalah manusia. Sosialisme harus menciptakan sebuah bentuk produksi dan organisasi masyarakat di mana manusia dapat mengatasi alienasi dari produknya, dari kerjanya, dari sesamanya, dari dirinya sendiri dan dari alam; di mana dia dapat kembali menjadi dirinya sendiri dan menguasai dunia. Dalam konsep sosialisme Marx, individu berpartisipasi secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaannya, pendeknya, merupakan pewujudan demokrasi politik dan industrial. Sosialisme, bagi Marx,...

Marxisme: Eksistensi dan Hakikat Manusia (bagian 2)

Biografi Karl Marx (1818-1883) Karl Marx dilahirkan di Treves, kota kecil di wilayah Rhineland, Jerman. Ia adalah keturunan rahib Yahudi dari pihak ayah dan ibunya, namum kemudian ayahnya yang merupakan pengacara terkenal pindah ke agama Protestan. [5] Marx menerima pendidikan di Universitas Bonn, Berlin, dan Jena, secara serius Marx mengkaji mengenai sejarah, ilmu hukum, dan filsafat. Tahun 1836 Marx belajar ilmu hukum di Bonn, lepas satu semester pindah ke Berlin untuk belajar filsafat disinilah Marx mendalami filsafat Hegel dan kemudian digunakannya untuk melakukan kritik terhadap sistem politik di wilayah Jerman. Tahun 1814 di kota Jena Marx memperoleh gelar Doctor dalam bidang filsafat. [6] Marx berusaha untuk menjadi staf pengajar di universitas, namun upaya Marx gagal hal inilah yang mengantarkan Marx beralih pada jurnalisme, posisinya sebagai staf Rheinische Zeitung, surat kabar demokratis –liberal yang terbit di Cologne. Tahun 1843 Marx menikah dengan Jenni Von W...

Marxisme: Eksistensi dan Hakikat Manusia (bagian 1)

Add caption Problem tentang manusia memang akan selalu menarik, aktual, dan relevan untuk dipebincangkan. Hampir setiap kurun waktu tertentu mucul tema-tema tentang manusia dari para pemikir. Kenyataan itu sedikit banyak merupakan bukti adanya suatu usaha dari manusia untuk selalu mencari, mengenali tentang dirinya sendiri yang tiada kunjung dimengerti secara utuh. Usaha itu telah dimulai sejak zaman Yunani kuno. Socrates (469-399 SM) dengan gnoti seauton-nya mengajak manusia untuk berfikir tentang dirinya sendiri dari pada berfikir tentang arche. Salah satu tema tentang manusia yang cukup banyak diperbincangkan atau dibicarakan oleh para pemikir adalah sekitar kemungkinan munculnya manusia unggul. Seperti konsep Nitzshe yang terkenal yakni ubermansch, terus Muhammad Iqbal dengan konsep Insan Kamil. [1] Secara historis, konsep manusia, seperti yang telah disebutkan diatas, memang mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Apabila, kalau sudah membandingkan antara konsep yan...

Masa Prasejarah

Mempelajari sejarah kehidupan manusia tidak terlepas dari mempelajari tempat hidup manusia. Bumi tempat manusia hidup ini memiliki sejarah panjang yang tiap masa memiliki ciri/kondisi tertentu yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan kehidupan makhluk hidup. Perkembangan kondisi bumi dibagi menjadi beberapa periode zaman. Pembagian beberapa periode ini disusun berdasarkan pada ciri-ciri geologis yang dapat ditemukan. Periodesasi beradasar ciri geologis oleh beberapa ilmuwan kemudian dikelompokkan menjadi beberapa zaman, Arkhaikum, Paleozoikum, Mesozoikum dan Neozoikum. : Zaman Arkhaikum Zaman arkhaikum merupakan zaman awal terbentuknya bumi. Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan. Unsur-unsur pembentuk kehidupan seperti oksigen, hidrogen, karbon, nitrogen dll masih belum stabil. Hal ini berarti bentuk bumi masih belum stabil, belum terdapat daratan, laut ataupun atmosfir yang dapat menunjang kehi...

Kolonialisasi Inggris di Afrika (Bagian 2)

Konsep Politik Kolonial Inggris Latar belakang Inggris datang ke Afrika adalah untuk menerapkan sistem indirect rule yang bertujuan untuk membimbing penduduk bersama penguasa-penguasa bumiputera untuk mencapai status pemerintahan sendiri dengan cara mempergunakan sebaik-baiknya elemen-elemen dalam masyarakat yang telah dikenal dan dihargai oleh penduduk. Berdasarkan sistem ini maka fungsi pemerintah Inggris bukan menghancurkan kebudayaan dan lembaga-lembaga penduduk bumiputera, tetapi bahkan mempertahankan elemn-elemen yang positif, kemudian digabungkan dengan elemen-elemen berdasarkan gagasan Barat. Pada tahun 1926 konsep Dual Mandate yang dikemukakan oleh Lugard dan mengandung arti bahwa tugas Inggris di Afrika adalah untuk memenuhi kepentingan Inggris dan penduduk Afrika. Seperti negara-negara kolonis lainnya, Inggris menuntut koloninya untuk dapat memenuhi kebutuhan politik, ekonomi dan moril negeri metropolitan. Akan tetapi disamping itu pembangunan yang dilakukan dikolon...

Kolonialisme Inggris di Afrika (Bagian 3)

Reaksi dan Perubahan yang Terjadi Akibat Pelaksanaan Politik Kolonial Inggris di Afrika. Reaksi di Afrika Barat Nigeria adalah salah satu wilayah yang ada di Afrika Barat yang terdiri dari orang-orang Hausa, Ibo dan Yoruba. Masyarakat ini beragama Islam dan masih bersifat konservatif terutama pada negara-negara barat. Dengan sistem pemerintahan yang Aristokrasi dan sudah tertata dengan baik. Terdapat juga suku-suku yang lainya dengan kehidupan yang tidak terlalu baik. Setelah pemerintah Inggris menguasai daerah ini dan mengantinya dengan pemerintahan Royal Niger Compeny (1 Januari 1900) dengan penguasanya Sir Lugard. Banyak polimik yang terjadi akibat hal ini salah satunya adalah pemberontakan yang dipimpin oleh ”Mahdi” terjadi pada tahun 1906 pemberontakan ini terjadi di Satiru 15 mil dari Sakoto, pemberontakan ini terjadi akibat dari penolakan atas sistem pemerintahan baru yang dilakukan oleh Inggris dengan menjadikan Emir baru sebagai kepala suku. Setelah berada di b...