Skip to main content

Masa Prasejarah

Mempelajari sejarah kehidupan manusia tidak terlepas dari mempelajari tempat hidup manusia. Bumi tempat manusia hidup ini memiliki sejarah panjang yang tiap masa memiliki ciri/kondisi tertentu yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan kehidupan makhluk hidup. Perkembangan kondisi bumi dibagi menjadi beberapa periode zaman. Pembagian beberapa periode ini disusun berdasarkan pada ciri-ciri geologis yang dapat ditemukan. Periodesasi beradasar ciri geologis oleh beberapa ilmuwan kemudian dikelompokkan menjadi beberapa zaman, Arkhaikum, Paleozoikum, Mesozoikum dan Neozoikum. :

Zaman Arkhaikum
Zaman arkhaikum merupakan zaman awal terbentuknya bumi. Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan. Unsur-unsur pembentuk kehidupan seperti oksigen, hidrogen, karbon, nitrogen dll masih belum stabil. Hal ini berarti bentuk bumi masih belum stabil, belum terdapat daratan, laut ataupun atmosfir yang dapat menunjang kehidupan. Zaman Arkhaikum hanya memiliki satu kala yakni kala Pra-kambrium.

Zaman Paleozoikum (Zaman Primer)
Paleozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman primer atau zaman hidup tua berlangsung selama 340 juta tahun. Zaman ini bumi mulai terbentuk dan stabil. Unsur-unsur pendukung kehidupan seperti oksigen, karbon, hidrogen, dll sudah tersusun secara stabil. Lambat laun terbentuk daratan, laut dan atmosfir yang sudah mampu untuk menunjang kehidupan. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung. Zaman Paleozoikum memiliki beberapa kala diantaranya; kambrium, ordovisium, silur, devon, karbon, perem. Masing masing kala memiliki ciri-ciri yang berbeda satu sama lain.

Mesozoikum (Zaman Sekunder)
Mesozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan berlangsung selama kira-kira 140 juta tahun, antara 251 hingga 65 juta tahun yang lalu. Zaman ini sudah mengalami perkembangan yang semakin kompleks. Bumi sudah mengalami zaman yang jauh lebih stabil sehingga perkembangan makhluk hidup juga berkembang pesat. Pada zaman pertengahan ini, reptil berkembang dan menyebar ke seluruh dunia sehingga pada zaman ini sering pula disebut sebagai zaman reptil. Zaman Mesozoikum terbagi menjadi tiga kala, kalan kapur, jura dan trias. Pada kala jura (jurasic), hidup salah satu makhluk yang menjadi legenda yakni Dinosaurus.

Zaman Neozoikum (Zaman Tersier dan Kuartier)
Neozoikum atau zaman hidup pertengahan dibagi menjadi menjadi dua zaman, yaitu zaman Tersier dan zaman Kuartier. Zaman Tersier berlangsung sekitar 60 juta tahun. Zaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui. Sementara itu, Zaman Kuartier ditandai dengan munculnya manusia sehingga merupakan zaman terpenting. Zaman ini kemudian dibagi lagi menjadi dua zaman, yaitu zaman Pleitosen dan Holosen. Zaman Pleitosen (Dilluvium) berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang ditandai dengan adanya manusia purba.

Zaman pleistosen ditandai dengan meluasnya lapisan es di kedua kutub Bumi (zaman glacial) dan diseling dengan zaman ketika es kembali mencair (zaman interglacial). Keadaan ini silih berganti selama zaman pleistosin sampai empat kali. Di daerah tropika zaman glacial ini berupa zaman hujan (zaman pluvial) yang diseling dengan zaman kering (interpluvial).

Pada zaman glacial permukaan air laut telah menurun dengan drastis sehingga hanyak dasar laut yang kering menjadi daratan. Di Indonesia bagian barat dasar laut yang mengering itu disebut Dataran Sunda, sedangkan di Indonesia bagian timur disebut Dataran Sahul. Dataran Sunda telah menyebabkan kepulauan Indonesia bagian barat menjadi satu dengan Benua Asia, sedangkan Dataran Sahul telah pula menghubungkan kepulauan Indonesia bagian timur dengan Benua Australia. Itulah sebabnya fauna dan flora Indonesia barat mirip dengan fauna dan flora Asia dan sebaliknya fauna dan flora Indonesia timur mirip dengan Australia. Manusia yang hidup zaman pleistosin adalah spesies homo erectus, yang menjadi pendukung kebudayaan batu tua (Palaeolithicum).

Zaman pleistosin berakhir 10.000 tahun Sebelum Masehi kemudian diikuti oleh datangnya zaman Alluvium atau zaman Holosin yang masih berlangsung sampai sekarang. Dari zaman ini muncullah nenek moyang manusia sekarang, yaitu spesies homo sapiens atau makhluk cerdas.1

Comments

Popular posts from this blog

Historiografi Asia Selatan

Ilustrasi Peninggalan Sejarah di India Perkembangan histiografi di Asia selatan dapat dibagi dalam dua periode yakni tradisional dan modern. Pada masa historiografi tradisional sumber-sumber kesusasteraan masih sangat kental. Semisal dengan ada banyaknya cerita cerita epik ataupun kitab kitab yang menceritakan kisah raja raja. Sedangkan dalam historiografi modern lebih mengarah ke India hal ini dikarenakan India merupakan yang paling mengesankan dalam kuantitas atau kualitasnya. Serta india berkembang dengan pesat dibandingkan dengan wilayah lain seperti pakistan, sri lanka atau bangladesh  Historiografi Tradisional Masa sebelum masuknya agama Islam ke India  Kebudayaan pertama di asia selatan adalah kebudayaan mohenjodaro dan harappa. Dari penggalian reruntuhan bekas lokasi kebudayaan ini ditemukan bahwa kebudayaan ini memiliki tingkat kemajuan yang cukup tinggi. Dimana tata kota sudah diatur sedemikian rupa dengan adanya pengaturan kapling rumah, pemand...

Kota Tegal Dalam Sejarah

Raden Dewi Sartika

Potret Raden Ayu Dewi Sartika. source: wikimedia.org Salah satu tokoh yang memiliki peranan penting dalam pergerakan nasional indonesia adalah Dewi Sartika. Bisa dikatakan peran yang dimainkan oleh Dewi Sartika tidak kalah penting dengan Kartini. Meskipun sama sama berjuang membela hak perempuan namun terdapat beberapa perbedaan antara Kartini dan Dewi Sartika. Itulah yang membuat perjuangan Dewi Sartika memiliki makna tersendiri bagi perempuan perempuan Indonesia. Dewi Sartika merupakan salah satu tokoh pelopor dalam hal pendidikan untuk kaum perempuan. Dewi Sartika lahir di Bandung 4 Desember 1884. Orang tua Dewi Sartika adalah salah satu priyayi di tanah sunda, Raden Somanegara dan Nyi Raden raja Permas. Sejak kecil Dewi Sartika sudah mendapatkan pendidikan barat dari asisten residen Cicalengka. Tempat dimana pamannya bupati Martanegara berkedudukan. Tidak hanya belajar, Dewi Sartika sejak kecil juga sudah mulai mengajar teman teman sebayanya segalaa hal yang dia pelajari...