Skip to main content

Buster Keaton dan Sang Jendral

Zaman ternyata sudah sedemikian maju. Salah satu lokomotif kemajuan zaman adalah internet. Internet di masa kini, telah menautkan kita dengan segala hal, nyaris tanpa batas. Melewatkan acara favourit di televisi tak jadi soal, akan selalu ada siaran ulangnya di Youtube. Ingin mengenal lebih jauh gadis pujaan, tak lagi perlu mengorek-orek informasi dari teman akrabnya. Instagram, Twitter, Path juga Facebook sudah menyediakan semuanya lengkap. Yang paling menyenangkan dari internet adalah hidup tanpa batas.

Jika pepatah masa kecil mengatakan, buku adalah jendela dunia, maka internet boleh kita sebut pintu ke mana saja. Internet bisa membawa kita kepada masa lampu, termasuk dalam menikmati film-film yang tayang satu masa dengan kakek buyut kita.

Generasi 90'an tentu mengenal acara Spontan yang dibawakan Komeng, salah satu tokoh yang paling gampang diingat selain Komeng, adalah binatang-binatangnya dan Den Bagus. Den Bagus adalah tokoh pantomim, serba hitam putih, yang membawakan silent komedi lewat gerakan-gerakan pantomim. Den Bagus sendiri sebenarnya adalah tokoh rekaan dari tokoh legenda pantomim dan silent komedi jaman dahulu, Charlie Chaplin. Tapi bukan Charli Chaplin yang hendak kita bahas, melainkan Buster Keaton, salah satu rival Chaplin dalam belantika film silent komedi pada masanya.

Joseph Frank Keaton lahir 4 October 1895 – 1 February 1966. Merupakan seorang aktor, komedian, sutradara, produser, penulis skenario dan juga stuntman ukntkuk film-filmnya sendiri. Awal karir Keaton dimulai dengan membintangi banyak film-film pendek. Lalu mulai dipercaya untuk menggarap filmnya sendiri. Masa kejayaan Buster Keaton sendiri bermula di awal tahun 1920an sampai akkhir 1920an. Selepas tahun 1930an karya-karya Keaton cenderung biasa saja, hal ini karena Keaton tak lagi bebas membuat film seperti tahun 1920an.

Baca juga: Konsep Perjalanan Waktu Film-film Hollywood


Trademark Keaton adalah komedi slaptic, dengan adegan-adegan berbahaya yang diperankan sendiri, tanpa stuntman. Keaton juga terkenal dengan ekspresi datarnya di banyak film, sehingga banyak yang menjuluki the great stone. Dari semua film-fim Keaton yang terkenal, jarang sekali film yang menampakkan ia tengah tersenyum. 

Untuk menikmati karya Buster Keaton tidak harus menonton semua karya filmnya. Cukup dengan menonton 7 film terbaik Buster Keaton. Beberapa diantaranya adalah The Cameramen, The General, Sherlock jr, Seven Chance, Steamboat Bill jr, The College, The Navigator.

The General adalah film terbaik Buster Keaton, bahkan oleh beberapa sineas, dianggap sebagai salah satu film terbaik Hollywood. The General diambil dari kisah nyata di era Civil War Amerika. Oleh Keaton, cerita ditulis ulang menjadi cerita komedi. Meskipun masuk dalam film komedi, banyak terdapat adegan-adegan bahaya dalam film ini. Bayangkan saja, pengambilan gambar diambil di atas kereta yang sedang berjalan. Gabungan antara action, komedi dan thriller yang disajikan film ini akan memberi sensasi menonton film yang lengkap.

Sherlock Jr, merupakan karya buster Keaton yang tak kalah epik dibandingkan The General. Secara garis besar, Sherlock Jr bercerita tentang pengejaran penjahat. Hanya saja dalam pengejaran ini terdapat banyak aksi-aksi unik yang dilakukan Buster Keaton. Aksi Buster Keaton tidak hanya unik dalam film ini tapi juga berbahaya. Bagi Buster Keaton sendiri, sebuah gag/adegan harus direkam dalam satu shoot, tanpa peran pengganti atau editing. Keaton berhasil menghadirkan adegan-adegan yang mengundang gelak tawa, sekaligus takjub pada proses pembuatan adegannya.


Film Keaton selanjutnya yang tidak kalah bagus adalah The Cameramen. Mengisahkan tentang perjuangan seorang kameramen dalam mengejar kesuksesan, sekaligus mengejar cinta dari gadis pujaan. Hampir di setiap film Keaton memang memiliki bumbu percintaan. Bahkan sebagian besar jalan cerita bermula dari upaya Keaton untuk mendapat perhatian gadis pujaan, atau mendapatkan cinta dari gadis pujaannya, dengan melakukan hal-hal gila tanpa disadari. Adegan yang paling epic di film ini adalah adegan Keaton merekam perkelahian/peperangan antar geng di Pecinan.

Selain ketiga film tersebut, Buster Keaton juga menampilkan performa terbaik di film Seven Chance, The Navigator dan Steamboat Bill Jr. Seven Chance menceritakan mengenai usaha Keaton untuk mencari pengantin wanta dalam sehari demi memenuhi syarat mendapat warisan. The Navigator menampilkan Buster Keaton sebagi navigator dari kapal yang berlayar sendirian di tengah lautan. Steamboat Bill Jr mempunyai salah satu adegan yang paling memorable dari semua film Buster Keaton, yakni falling house.

Karya-karya Buster Keaton banyak menginspirasi sutradara-sutradara di masa kini.Salah satnya adalah Jackie Chen. Jackie Chen dalam berbagai kesempatan menuturkan bahwa salah satu inspirasi dari film action-actionnya adalah film-film Buster Keaton. Adegan-adegan dalam film Keaton juga banyak disadur atau direka ulang oleh berbagai sineas seperti Wes Anderson, C. Nolan dalam adegan lorong hotel 0 gravitasi juga disebut-sebut terinspirasi dari film-film Keaton. 

Seperti dikatakan di awal, menonton film-film Keaton adalah pengalaman yang menyenangkan. Bisa menonton film-film era 20'an dengan efek seadanya, tanpa suara, dan teknik-teknik kamera yang terbatas. Tetapi keterbatasan itu bisa ditutupi dengan penulisan cerita yang bagus, dan tentu saja dengan akting yang bagus. Jangan ragu, tontonlah film-film Buster Keaton, toh saat ini filmnya dengan mudah dapat dibeli di Amazon atau situs jual beli lainnya.

Comments

Popular posts from this blog

Historiografi Asia Selatan

Ilustrasi Peninggalan Sejarah di India Perkembangan histiografi di Asia selatan dapat dibagi dalam dua periode yakni tradisional dan modern. Pada masa historiografi tradisional sumber-sumber kesusasteraan masih sangat kental. Semisal dengan ada banyaknya cerita cerita epik ataupun kitab kitab yang menceritakan kisah raja raja. Sedangkan dalam historiografi modern lebih mengarah ke India hal ini dikarenakan India merupakan yang paling mengesankan dalam kuantitas atau kualitasnya. Serta india berkembang dengan pesat dibandingkan dengan wilayah lain seperti pakistan, sri lanka atau bangladesh  Historiografi Tradisional Masa sebelum masuknya agama Islam ke India  Kebudayaan pertama di asia selatan adalah kebudayaan mohenjodaro dan harappa. Dari penggalian reruntuhan bekas lokasi kebudayaan ini ditemukan bahwa kebudayaan ini memiliki tingkat kemajuan yang cukup tinggi. Dimana tata kota sudah diatur sedemikian rupa dengan adanya pengaturan kapling rumah, pemand...

Kota Tegal Dalam Sejarah

Raden Dewi Sartika

Potret Raden Ayu Dewi Sartika. source: wikimedia.org Salah satu tokoh yang memiliki peranan penting dalam pergerakan nasional indonesia adalah Dewi Sartika. Bisa dikatakan peran yang dimainkan oleh Dewi Sartika tidak kalah penting dengan Kartini. Meskipun sama sama berjuang membela hak perempuan namun terdapat beberapa perbedaan antara Kartini dan Dewi Sartika. Itulah yang membuat perjuangan Dewi Sartika memiliki makna tersendiri bagi perempuan perempuan Indonesia. Dewi Sartika merupakan salah satu tokoh pelopor dalam hal pendidikan untuk kaum perempuan. Dewi Sartika lahir di Bandung 4 Desember 1884. Orang tua Dewi Sartika adalah salah satu priyayi di tanah sunda, Raden Somanegara dan Nyi Raden raja Permas. Sejak kecil Dewi Sartika sudah mendapatkan pendidikan barat dari asisten residen Cicalengka. Tempat dimana pamannya bupati Martanegara berkedudukan. Tidak hanya belajar, Dewi Sartika sejak kecil juga sudah mulai mengajar teman teman sebayanya segalaa hal yang dia pelajari...