Skip to main content

Konsep Perjalanan Waktu

Time Traveling (perjalanan waktu) adalah salah satu tema film yang tak pernah lekang oleh jaman. Mulai dari film klasik, drama romantis, fiksi ilmiah atau bahkan film superhero sekalipun, banyak yang menyisipkan perjalanan waktu dalam alur ceritannya. Masing-masing film juga memiliki batasan dan hukum-hukun perjalanan waktu sendiri-sendiri.

Marvel misalnya, menggunakan konsep perjalanan waktu untuk melakukan reboot serial X-men lewat seri X-men: Day’s of Future Past (2014). Perjalanan waktu dalam Days Future Past terbatas hanya mengirim satu orang ke masa lalu. Karena konsep perjalanan waktu dalam film ini adalah mengirimkan kesadaran/ingatan masa kini ke kesadaran/ingatan di masa lalu. Tidak ada perpindahan fisik seperti yang dilakukan Back to the Future, juga tidak ada alat yang digunakan seperti di film Primer, The Time Machine, atau Looper.

Konsep perjalanan waktu di X-Men Days of Future Past ini jadi unik karena memiliki prinsip yang berbeda dengan perjalanan waktu yang lain. Hampir mirip dengan perjalanan waktu di film About Time (2013). Di Film About Time, perjalanan waktu hanya dilakukan dengan memejamkan mata dan membayangkan periode waktu yang hendak dituju. Seketika itu pula perjalanan waktu terjadi, dengan tanpa mengirim fisik ke masa lalu. Di masa lalu, si tokoh bisa dengan leluasa merubah masa lalu se-ideal mungkin. Salah satunya dengan membuat wanita idamannya jatuh cinta padanya.

Perjalanan waktu dalam About Time dibatasi oleh kelahiran anak si tokoh. Si tokoh bebas kembali ke masa lalu asal tidak melewati waktu kelahiran anaknya. Jika si Tokoh kembali ke masa lalu melewati waktu lahir anaknya, ada kemungkinan anak yang lahir akan berbeda dengan anak yang sesungguhnya. Karena ketika kita mengubah masa lalu, ada banyak kemungkinan yang akan berubah, termasuk cikal bakal anak yang akan dilahirkan. (Harus nonton film ini! keren!)

Serupa dengan X-Men dan About Time, The Butterfly Effect (2004) juga memiliki skema perjalanan waktu yang hampir sama. Dalam Butterfly Effect, perjalanan waktu dilakukan dengan mengingat masa lalu melalui media, bisa dengan membaca catatan harian, melihat foto di masa lalu, menonton video dari masa lalu. Ketiga film ini menempatkan loncatan kesadaran dari masa kini ke masa lalu, tidak bisa ke masa depan. Hal yang menarik dari About Time dan Butterfly Effect adalah variasi variasi kejadian masa kini yang terpengaruh masa lalu yang diubah.

Film lain yang mirip dengan skema perjalanan waktu di atas adalah Hot Tube Time Machine (2010). Film genre komedi ini memiliki Hot Tube semacam Jacuzi dengan bahan bakar bir/soda tertentu sebagai media perjalanan waktu. Meskipun termasuk film yang kocak, Hot Tube Time Machine tetap masuk dalam kategori. Hal hal konyol dalam film ini diantaranya tokoh-tokoh yang melompat ke masa lalu berpenampilan sesuai umur di masa kini, tapi orang-orang di masa lalu melihat mereka dengan penampilan sesuai dengan masa lalu. Begitu juga ketik tokoh-tokohnya bercermin yang terlihat adalah wajah mereka ketika masih muda. -zzrka-

Comments

Popular posts from this blog

Historiografi Asia Selatan

Ilustrasi Peninggalan Sejarah di India Perkembangan histiografi di Asia selatan dapat dibagi dalam dua periode yakni tradisional dan modern. Pada masa historiografi tradisional sumber-sumber kesusasteraan masih sangat kental. Semisal dengan ada banyaknya cerita cerita epik ataupun kitab kitab yang menceritakan kisah raja raja. Sedangkan dalam historiografi modern lebih mengarah ke India hal ini dikarenakan India merupakan yang paling mengesankan dalam kuantitas atau kualitasnya. Serta india berkembang dengan pesat dibandingkan dengan wilayah lain seperti pakistan, sri lanka atau bangladesh  Historiografi Tradisional Masa sebelum masuknya agama Islam ke India  Kebudayaan pertama di asia selatan adalah kebudayaan mohenjodaro dan harappa. Dari penggalian reruntuhan bekas lokasi kebudayaan ini ditemukan bahwa kebudayaan ini memiliki tingkat kemajuan yang cukup tinggi. Dimana tata kota sudah diatur sedemikian rupa dengan adanya pengaturan kapling rumah, pemand...

Kota Tegal Dalam Sejarah

Raden Dewi Sartika

Potret Raden Ayu Dewi Sartika. source: wikimedia.org Salah satu tokoh yang memiliki peranan penting dalam pergerakan nasional indonesia adalah Dewi Sartika. Bisa dikatakan peran yang dimainkan oleh Dewi Sartika tidak kalah penting dengan Kartini. Meskipun sama sama berjuang membela hak perempuan namun terdapat beberapa perbedaan antara Kartini dan Dewi Sartika. Itulah yang membuat perjuangan Dewi Sartika memiliki makna tersendiri bagi perempuan perempuan Indonesia. Dewi Sartika merupakan salah satu tokoh pelopor dalam hal pendidikan untuk kaum perempuan. Dewi Sartika lahir di Bandung 4 Desember 1884. Orang tua Dewi Sartika adalah salah satu priyayi di tanah sunda, Raden Somanegara dan Nyi Raden raja Permas. Sejak kecil Dewi Sartika sudah mendapatkan pendidikan barat dari asisten residen Cicalengka. Tempat dimana pamannya bupati Martanegara berkedudukan. Tidak hanya belajar, Dewi Sartika sejak kecil juga sudah mulai mengajar teman teman sebayanya segalaa hal yang dia pelajari...