Skip to main content

Cara Membuat SKCK di Polsek Polres Polda

Ilustrasi Alur Membuat SKCK. pict from tribatralamongan.com

Cara Membuat SKCK

SKCK singkatan dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian, dahulu sering disebut sebagai surat keterangan berkelakuan baik. SKCK lazim digunakan untuk mengetahui rekam jejak seseorang, apakah memiliki catatan kriminal atau tidak. SKCK mengacu pada database kepolisian di seluruh wilayah Republik Indonesia. SKCK sering disyaratkan dalam pencarian kerja, pemberkasan CPNS, berkas pelengkap beasiswa, ataupun untuk mengurus izin bekerja di luar negeri.
SKCK dikeluarkan oleh beberapa tingkatan kepolisian, dari Polsek, Polres, hingga Polda dan Polri (pusat). Masing masing tingkatan memiliki kegunaan masing-masing. SKCK Polsek biasanya digunakan untuk hal yang standar, seperti melamar pekerjaan, atau membuat dokumen lain yang mensyaratkan SKCK. SKCK Polres biasanya digunakan untuk hal yang lebih spesifik, biasanya untuk pemberkasan CPNS, melamar pekerjaan di BUMN, Beasiswa dll. Sedangkan SKCK yang dikeluarkan oleh Polda atau Polri biasanya digunakan untuk syarat bekerja di luar negeri, misal orang-orang yang bekerja di pelayaran, pengeboran minyak, dll.
Masing-masing SKCK memiliki prosedur tersendiri. Berikut adalah beberapa prosedur untuk membuat SKCK.
SKCK Polsek.
1. Langkah pertama membuat SKCK adalah mencari informasi tata cara pembuatan SKCK di masing-masing wilayah. Beberapa wilayah kadang memiliki aturan yang berbeda beda. untuk kelengkapan SKCK Polsek sendiri terdiri dari: FC KTP, Akta Lahir, Kartu Keluarga, surat keterangan dari RT/RW, surat keterangan dari Desa/Kelurahan, Kartu Sidik Jari, Pas foto 4x6 4 lembar.
2. Siapkan surat keterangan RT/RW. Surat keterangan RT/RW bisa diminta pada pengurus RT dan RW setempat. Langsung saja menemui Pak RT lalu minta dibuatkan blangko yang biasanya sudah tersedia. setelah mengisi data diri, pastikan balngko ditandatangani Paak RT dan Pak RW. Pengalaman membuat surat keteranga RT/RW ini sangat mudah, tinggal bertamu ke Pak RT, ngobrol sebentar lalu minta tanda tangan. Setelah bertamu ke Pak RT tinggal bertamu ke Pak RW minta tanda tangan. Biaya membuat surat keterangan RT/RW gratis, tetapi tiap daerah memiliki RT/RW yang berbeda beda sehingga menyesuaikan Pak RT/RW saja.
3. Setelah surat keterangan RT/RW sudah di tangan, tinggal melangkah ke balai desa atau kelurahan. Langsung menemui petugas dan minta dibuatkan Surat Keterangan Desa/Kelurahan dengan menyerahkan surat keterangan RT/RW. Setelah surat keterangan desa jadi, tinggal menunggu tanda tangan dari kepala desa/lurah. Penantian yang lama biasanya ketika menunggu Kepala Desa/Lurah, karena kadang mereka tidak ada di kantor. Biaya pembuatan Surat Keterangan dari Desa/Kelurahan adalah gratis, tapi biasanya kita akan dimintai uang seikhlasnya untuk admin/infak, kasih saja 5 ribu.
4. Langkah selanjutnya adalah datang ke Polres untuk membuat Surat Sidik Jari. Dokumen yang perlu dibawa standar saja, hanya kartu identitas dan pas foto background merah 4x6. Setelah mengantri dan mengisi formulir, kita akan diarahkan untuk diambil sidik jarinya. Hasil dari proses ini adalah kartu yang berisi keterangan/kode dari sidik jari kita. Biaya membuat kartu sidik jari gratis.
5. Langkah terakhir barulah kita berangkat ke Polsek untuk membuat SKCK. Semua persyaratan di atas harus dibawa. Lalu langsung menuju bagian Intelkam, dan mengajukan permohonan pembuatan SKCK. Setelah menyerahkan semua dokumen-dokumen di atas,kita akan mengisi formulir lagi. Terakhir SKCKsudah jadi di tahap ini. Biaya pembuatan SKCK per tahun 2017 sebesar 30.000.
SKCK Polres
Langkah yang dilakukan sama dengan langkah no 1,2,3 seperti dalam proses membuat SKCK Polsek. Yang berbeda adalah:
4. Membuat surat rekomendasi dari Polsek. Tinggal datang ke Polsek menunjukkan surat keterangan dari Desa/Kelurahan lalu minta dibuatkan surat rekomendasi Polsek guna pembuatan SKCK Polres.
5. Setalah Surat Keterangan Desa/Kelurahan dan Surat Rekomendasi Polsek didapat, barulah kita menuju ke Polres untuk membuat SKCK Polres. Siapkan semua dokumen. lalu menuju ke bagian Intelkam untuk membuat SKCK Polres. Proses membuat SKCK Polres dan membuat Kartu Sidik Jari dilakukan bersamaan, di tempat yang sama. Biaya yang dikeluarkan sama dengan yang di Polsek, 30 ribu.
SKCK Polda/Polri.
Prinsipnya sama dengan cara membuat SKCK Polres. Hanya saja surat rekomendasi yang dibutuhkan lebih banyak, yaitu rekomendasi Polsek, dan rekomendasi Polres, hal ini berlaku untuk SKCK Polda. Jika hendak membuat SKCK Polri, maka surat rekomendasi bertambah, muali dari Rekomendasi Polsek, Polres, dan Polda. 

Comments

Popular posts from this blog

Historiografi Asia Selatan

Ilustrasi Peninggalan Sejarah di India Perkembangan histiografi di Asia selatan dapat dibagi dalam dua periode yakni tradisional dan modern. Pada masa historiografi tradisional sumber-sumber kesusasteraan masih sangat kental. Semisal dengan ada banyaknya cerita cerita epik ataupun kitab kitab yang menceritakan kisah raja raja. Sedangkan dalam historiografi modern lebih mengarah ke India hal ini dikarenakan India merupakan yang paling mengesankan dalam kuantitas atau kualitasnya. Serta india berkembang dengan pesat dibandingkan dengan wilayah lain seperti pakistan, sri lanka atau bangladesh  Historiografi Tradisional Masa sebelum masuknya agama Islam ke India  Kebudayaan pertama di asia selatan adalah kebudayaan mohenjodaro dan harappa. Dari penggalian reruntuhan bekas lokasi kebudayaan ini ditemukan bahwa kebudayaan ini memiliki tingkat kemajuan yang cukup tinggi. Dimana tata kota sudah diatur sedemikian rupa dengan adanya pengaturan kapling rumah, pemand...

Kota Tegal Dalam Sejarah

Raden Dewi Sartika

Potret Raden Ayu Dewi Sartika. source: wikimedia.org Salah satu tokoh yang memiliki peranan penting dalam pergerakan nasional indonesia adalah Dewi Sartika. Bisa dikatakan peran yang dimainkan oleh Dewi Sartika tidak kalah penting dengan Kartini. Meskipun sama sama berjuang membela hak perempuan namun terdapat beberapa perbedaan antara Kartini dan Dewi Sartika. Itulah yang membuat perjuangan Dewi Sartika memiliki makna tersendiri bagi perempuan perempuan Indonesia. Dewi Sartika merupakan salah satu tokoh pelopor dalam hal pendidikan untuk kaum perempuan. Dewi Sartika lahir di Bandung 4 Desember 1884. Orang tua Dewi Sartika adalah salah satu priyayi di tanah sunda, Raden Somanegara dan Nyi Raden raja Permas. Sejak kecil Dewi Sartika sudah mendapatkan pendidikan barat dari asisten residen Cicalengka. Tempat dimana pamannya bupati Martanegara berkedudukan. Tidak hanya belajar, Dewi Sartika sejak kecil juga sudah mulai mengajar teman teman sebayanya segalaa hal yang dia pelajari...