Skip to main content

Belajar Sejarah Lewat Medsos

Twitter pict from pexels.com
Era media sosial sekarang ini, belajar tidak melulu harus membaca buku atau mempelajari literatur di kelas atau perpustakaan. Cukup dengan menggunakan smartphone dan membuka media sosial seperti Twitter atau Instagram kita bisa belajar banyak. Salah satu yang familiar di kalangan pengguna media sosial adalah kultwit, kependekan dari Kuliah Twitter. Kultwit merupakan serangkaian cuitan seseorang di Twitter yang membahas topik tertentu, secara berkesinambungan. Salah satu Kultwit yang cukup seru adalah Kultwit sejarah yang sering dilakukan pesohor Twitter.

Beberapa pengguna Twitter yang sering Kultwit dengan topik sejarah adalah pengguna dengan akun @yoyen. @yoyen merupakan pengguna Twitter yang tinggal di Belanda. Karena bermukim di Belanda inilah mungkin @yoyen banyak mengetahui sejarah-sejarah Indonesia yang banyak tersimpan di Belanda. Selain karena memiliki pengetahuan yang luas tentang sejarah Indonesia pada umumnya, tentunya. Selain aktif bercerita di Twit, @yoyen yang memiliki nama pengguna Lorraine Riva juga menulis blog, tepatnya di Chezloraine. Blog tersebut selain menceritakan sejarah banyak pula berisi opini pribadi, ataupun opini-opini tentang kehidupan di Belanda.

@bonnietriyana juga patut diikuti dalam hal konten-konten yang membahas sejarah di Twitter. Selain merupakan Punggawa Historia.id sebagai Pimpinan Redaksi sekaligus Direktur Utama, beliau juga orang dibalik layar akun @majalahhistoria dan @historiachannel. @bonnietriyana bermukim di Banten, dalam beberapa kesempatan sering menulis tentang sejarah Banten dan sekitarnya. Beberapa waktu lalu beliau juga ikut menggagas berdirinya museum Multatuli di Lebak, Banten. Sebagai seorang Sejarawan Nasional, twit twit beraroma sejarah tentu ditunggu banyak pengikutnya.

@jjrizal merupakan sosok di balik penerbit buku Komunitas Bambu. Komunitas Bambu sendiri merupakan penerbit buku yang mengkhususkan diri pada penerbiatan buku sejarah. Dari banyak topik sejarah yang dibahas oleh @jjrizal sebagian besar adalah sejarah kontemporer yang membahas kehidupan urban, tata kota, juga topik-topik menarik lainnya. Selain kerap membahas topik sejarah, @jjrizal juga sering membahas hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat urban, kebudayaan kota, dan banyak lagi yang bersinggungan dengan permasalahan sosial.

Selain beberapa contoh kecil di atas, masih banyak lagi sebenarnya pengguna Twitter yang sering membicarakan topik-topik sejarah. @ubegebe1 misalnya, sering membicarakan permasalahan sejarah dan sosial Minang. Juga sejarah kontemporer Sumatera pada umumnya. @sarifidris biasa membahas perang dunia I dan II, sejarah militer, seringnya berkolaborasi bersama @sovietfoxtrot.

Di luar sana tentu masih banyak akun-akun Twitter yang banyak membahas sejarah, dan topik-topik lain yang berkaitan. Contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari akun-akun yang sudah saya ikuti dan sering baca. Apakah pembaca di sini memiliki rekomendari akun-akun Twitter yang menarik untuk difollow dan diikuti kicauannya? silahkan tinggalkan di kolom komentar.

Comments

Popular posts from this blog

Historiografi Asia Selatan

Ilustrasi Peninggalan Sejarah di India Perkembangan histiografi di Asia selatan dapat dibagi dalam dua periode yakni tradisional dan modern. Pada masa historiografi tradisional sumber-sumber kesusasteraan masih sangat kental. Semisal dengan ada banyaknya cerita cerita epik ataupun kitab kitab yang menceritakan kisah raja raja. Sedangkan dalam historiografi modern lebih mengarah ke India hal ini dikarenakan India merupakan yang paling mengesankan dalam kuantitas atau kualitasnya. Serta india berkembang dengan pesat dibandingkan dengan wilayah lain seperti pakistan, sri lanka atau bangladesh  Historiografi Tradisional Masa sebelum masuknya agama Islam ke India  Kebudayaan pertama di asia selatan adalah kebudayaan mohenjodaro dan harappa. Dari penggalian reruntuhan bekas lokasi kebudayaan ini ditemukan bahwa kebudayaan ini memiliki tingkat kemajuan yang cukup tinggi. Dimana tata kota sudah diatur sedemikian rupa dengan adanya pengaturan kapling rumah, pemand...

Kota Tegal Dalam Sejarah

Raden Dewi Sartika

Potret Raden Ayu Dewi Sartika. source: wikimedia.org Salah satu tokoh yang memiliki peranan penting dalam pergerakan nasional indonesia adalah Dewi Sartika. Bisa dikatakan peran yang dimainkan oleh Dewi Sartika tidak kalah penting dengan Kartini. Meskipun sama sama berjuang membela hak perempuan namun terdapat beberapa perbedaan antara Kartini dan Dewi Sartika. Itulah yang membuat perjuangan Dewi Sartika memiliki makna tersendiri bagi perempuan perempuan Indonesia. Dewi Sartika merupakan salah satu tokoh pelopor dalam hal pendidikan untuk kaum perempuan. Dewi Sartika lahir di Bandung 4 Desember 1884. Orang tua Dewi Sartika adalah salah satu priyayi di tanah sunda, Raden Somanegara dan Nyi Raden raja Permas. Sejak kecil Dewi Sartika sudah mendapatkan pendidikan barat dari asisten residen Cicalengka. Tempat dimana pamannya bupati Martanegara berkedudukan. Tidak hanya belajar, Dewi Sartika sejak kecil juga sudah mulai mengajar teman teman sebayanya segalaa hal yang dia pelajari...