Skip to main content

Merbabu: Sampai Jadi Abu

Merbabu adalah gunung yang hijau, kontras dengan tetangga dekatnya, Merapi, yang terkesan gersang. Karakteristik Merbabu sesuai dengan karakteristik gunung Jawa Tengah pada umumnya, dominasi sabana dan lanskap terbuka dengan menyisakan sedikit hutan di kaki gunungnya. Merbabu bisa dinaiki dari berbagai arah, dari utara bisa lewat Wekas, Kopeng dan xxxxx dari arah barat, sisi selatan bisa dinaiki dari Selo dan sisi barat bisa memulai pendakian dari Suwanting.

Merbabu gunung berapi yang sudah tidak aktif, artinya aktifitas vulkanik seperti gempa vulkanis dan letusan lahar sudah tidak terjadi. Tapi suatu waktu, kami pernah menyaksikan kawah mati Merbabu mengeluarkan asap belerang dengan bau menyengat. Perjalanan naik ke gunung Merbabu memang bukan perjalanan yang panjang, pun medan yang dilalui tidak terlalu sulit. Tinggi Merbabu juga bukan yang tertinggi di Jawa Tengah, tapi kalau boleh kami menceritakan, Merbabu adalah gunung yang paling indah di Jawa bagian tengah ini.

Cerita bermula dari sebuah pesan singkat yang diterima Gagat sore itu, dari pacarnya. Isinya kira-kira tentang hubungan mereka yang tidak bisa diteruskan, karena jarak terlalu jauh, dan yang lebih penting, Randa, pacarnya, sudah menemukan tambatan hati baru.

Gagat murung sepanjang sore, sampai maghrib dan ashar lewat ia masih termenung di teras kost Kuda Sembrani. Selepas isya baru dia bercerita kepada kami semua, tentang pacarnya yang ketahuan selingkuh, lalu malah minta putus. Kami, aku, Jaki, dan Ranto kaget mendengar cerita Gagat. Masing-masing mencoba menghibur, Jaki mencoba melawak, aku menawarkan cemilan dan makanan. Tapi Ranto diam saja, agaknya ia berpikir hal apa yang bisa menghibur Gagat saat itu.

Tiba-tiba Ranto pergi ke kamarnya, mengudal-udal isi lemarinya lalu mengeluarkan satu tas punggung besar. Dari kolong tempat tidur dia mengambil kompor kecil, beberapa tabung gas kecil, nisting, trangia dan sebotol penuh spirtus. Ranto lalu mengusung semua barang-barang itu masuk ke kamar Gagat.

Gagat yang semua melamun agak kaget melihat Ranto, tapi beberapa detik kemudian ia beranjak, menuju lemari. Sama seperti Ranto, Gagat mengudal-udal lemarinya, mengambil tas punggung kecil, kantong tidur, jaket tebal dan beberapa matras foil yang tergulung rapi.

Melihat Ranto dan Gagat berbenah, aku dan Jaki mulai berpandang-pandangan, bingung mau bereaksi apa.

Berangkat? Jaki memecah keheningan. Tapi Ranto dan Gagat nampak tidak memperhatikan Jaki.

Berangkat! Sedikit ragu-ragu aku mulai berdiri lalu beranjak ke kamarku. Mengambil dompet dan beberapa lembar uang dari dalam lemari.

Aku bergegas menuruni tangga lalu berjalan ke depan, menyebrang jalan lalu mampir ke warung Budhe Murti.

Dhe, mi instan Dhe, sama kopi, madurasa, coklat, roti, telur, energen, sama sosis. Aku sedikit terburu-buru meminta Budhe menyiapkan logistik. Sambil mengingat-ingat, di kamar masih ada beras, minyak goreng, dan tempe mentah di kulkas.

Ini le, belanjaanmu, mau pada kemana? Budhe Murti ternyata sudah selesai membungkus semua belanjaan.

Belum tau Budhe, paling ke Merbabu atau Merapi. jawabku sekenanya.

Setelah membayar dan berpamitan pada Budhe, aku langsung naik ke atas. Di kamar Gagat, Jaki Ranto dan Gagat masih menyiapkan perlengkapan. Ranto memasukkan tenda dan bivak ke dalam tas, Jaki mengisi botol-botol aqua kosong dari galon. Sementara Gagat nampak mengecek handphone nya berulang kali. Aku lalu membungkus dengan rapi telur beras dan makanan lain ke dalam satu tas sedang.

Tak lebih dari 45 menit kami selesai menata semua perbekalan dan perlengkapan ke dalam tas. Dua tas punggung besar berisi air dan perlengkapan dibawa Ranto dan aku, sementara Gagat membawa tas sedang dan Jaki membawa Tas kecil berisi perbekalan dan air. Tak berlama-lama, kami semua turun ke bawah setelah melakukan pengecekan terakhir.

Comments

Popular posts from this blog

Historiografi Asia Selatan

Ilustrasi Peninggalan Sejarah di India Perkembangan histiografi di Asia selatan dapat dibagi dalam dua periode yakni tradisional dan modern. Pada masa historiografi tradisional sumber-sumber kesusasteraan masih sangat kental. Semisal dengan ada banyaknya cerita cerita epik ataupun kitab kitab yang menceritakan kisah raja raja. Sedangkan dalam historiografi modern lebih mengarah ke India hal ini dikarenakan India merupakan yang paling mengesankan dalam kuantitas atau kualitasnya. Serta india berkembang dengan pesat dibandingkan dengan wilayah lain seperti pakistan, sri lanka atau bangladesh  Historiografi Tradisional Masa sebelum masuknya agama Islam ke India  Kebudayaan pertama di asia selatan adalah kebudayaan mohenjodaro dan harappa. Dari penggalian reruntuhan bekas lokasi kebudayaan ini ditemukan bahwa kebudayaan ini memiliki tingkat kemajuan yang cukup tinggi. Dimana tata kota sudah diatur sedemikian rupa dengan adanya pengaturan kapling rumah, pemand...

Kota Tegal Dalam Sejarah

Raden Dewi Sartika

Potret Raden Ayu Dewi Sartika. source: wikimedia.org Salah satu tokoh yang memiliki peranan penting dalam pergerakan nasional indonesia adalah Dewi Sartika. Bisa dikatakan peran yang dimainkan oleh Dewi Sartika tidak kalah penting dengan Kartini. Meskipun sama sama berjuang membela hak perempuan namun terdapat beberapa perbedaan antara Kartini dan Dewi Sartika. Itulah yang membuat perjuangan Dewi Sartika memiliki makna tersendiri bagi perempuan perempuan Indonesia. Dewi Sartika merupakan salah satu tokoh pelopor dalam hal pendidikan untuk kaum perempuan. Dewi Sartika lahir di Bandung 4 Desember 1884. Orang tua Dewi Sartika adalah salah satu priyayi di tanah sunda, Raden Somanegara dan Nyi Raden raja Permas. Sejak kecil Dewi Sartika sudah mendapatkan pendidikan barat dari asisten residen Cicalengka. Tempat dimana pamannya bupati Martanegara berkedudukan. Tidak hanya belajar, Dewi Sartika sejak kecil juga sudah mulai mengajar teman teman sebayanya segalaa hal yang dia pelajari...