Kota Tegal merupakan penjelmaan dari sebuah desa yang bernama Tetegal yang memiliki makna ladang yang kering. Sekitar tahun 1530 di daerah seputar Tetegal diperkirakan telah mengalami banyak kemajuan dan telah menjadi bagian dari wilayah kadipaten Pemalang yang berada saat itu berada di bawah kekuasaan kerajaan Pajang. Nama Tetegal kemudian berkembang dan berubah menjadi Tegal. Nama Tegal dipakai sebagai nama kota dan kabupaten hingga saat ini.
![]() |
| source: wisnuwidiarta.com |
Secara historis, dijelaskan bahwa berdirinya kota Tegal tidak terlepas dari peran Ki Gede Sebayu. Ki Geda Sebayu merupakan bangsawan Demak. Saudara dari Raden Benowo ini pergi ke arah barat dan sampai di tepian sungai Gung. Melihat kesuburan tanahnya, Ki Gede Sebayu tergugah dan bersama-sama penduduk berusaha untuk meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperluas lahan pertanian, serta membuat saluran air yang berasal dari sungai Gung. Ki Gede Sebayu kemudian diangkat menjadi Juru Demung Tegal pada 15 sapar tahun ehe 988, bertepatan dengan 12 April 1580.
Perkembangan Tegal sebagai kota pelabuhan memiliki ciri khas sendiri yang berbeda dengan daerah lain. Tegal memiliki komposisi penduduk beragam. Sama seperti kota pelabuhan semacam Semarang ataupun Surabaya, Tegal juga memiliki banyak perkampungan non pribumi. Tegal memiliki perkampungan Arab dan China dan Eropa yang cukup berperan dalam perkembangan Tegal. Peranan ini terutama terlihat dalam bidang pendidikan, persebaran agama islam melalui beberapa pesantren dan bidang perekonomian.
Letak kota Tegal yang berada di tengah tengah antara Semarang, Cirebon dan Purwokerto membuat posisi Tegal semakin strategis. Tegal menjadi tempat yang semakin ramai. Semakin banyak orang yang melakukan hubungan dagang dengan Kota Tegal. pada akhir tahun 1880-an mulai dibangun stasiun Tegal. stasiun Tegal menjadi penghubung wilayah Semarang, Cirebon dan Purwokerto. Tidak hanya stasiun, bangunan penjara, perumahan etnis Eropa dan benteng kemudian juga dibangun seiring kemajuan kota Tegal.
Pembangunan inilah yang membuat kota Tegal pada tahun 1900-1950 mengalami masa yang dinamis. Pada sektor ekonomi, pendidikan, politik dan tata kota. Puncaknya adalah kemerdekaan 1945 yang kemudian memberi warna tersendiri pada perkembangan kota Tegal. Kemerdekaan 1945 memicu gerakan yang mereformasi tatanan kehidupan di Tegal. peristiwa tiga daerah yang merupakan revolusi sosial pasca kemerdekaan telah meruabah tatanan politik dan tatanan sosial pada masyarakat Tegal.

Comments
Post a Comment