Skip to main content

Raden Ajeng Kartini 4 (Tamat)

Ilustrasi Kartini, source from enportu pegipegi.com
Bagaimana hasil perjuangan Kartini dan apa pengeruhnya bagi generasi sesudahnya?

Kartini telah memberikaan inspirasi kepada banyak perempuan di dunia. Bahkan Eleanor Rosevelt pun terkesan setelah membaca terjemahan kumpulan surat surat Kartini, letters of a javanese princess. Bagi Eleanor gagasan yang dikemukakannya dalam surat mengguagah hati dan nuraninya. Perjuangan Kartini adalah perjuangan dengan memberikan semangat dan pemikiran bagi bangsa Indonesia terutama kaum perempuan. Kartini berharap perempuan di negerinya bisa maju seperti laki laki dalam segala bidang. Khususnya dalam mengejar pendidikan dan ilmu pengetahuan. Perjuangan Kartini adalah perjuangan batin yang masih terjajah dari kungkungan adat istiadat dan tradisi yang menempatkan perempuan sebagi sosok lemah yang tidak berdaya. Ketika itu hidup perempuan hanyalah sekedar menjalankan kodratnya saja tanpa diberi kesempatan untuk mengmbangkan diri.

Upaya perjuangan Kartini sedikit banyak mempengaruhi kaum perempuan di tanah air. Tentunya hal ini tak lepas dari semangat Kartini dalam memperjuangkan nasib kaumnya. Agar bisa sejajar dengan kaum pria. Dan menjadi mitra setia dalam perjalanan hidup bagi pria. Kartini semasa hidupnya mampu memberikan arti dan semangat tersendiri dalam perjuangan kaum perempuan untuk meraih emansipasinya. Sayangnya umur Kartini terlalu muda saat dipanggil oleh yang maha kuasa. Kartini meninggal pada usia 25 tahun meninggal setelah melahirkan putera pertamanya. Karini dimakamkan di desa Bulu kecamatan Bulu Rembang. Dimakamkan di pemakaman keluarga suaminya yang merupakan bupati Rembang.

Kini hanya tinggal semangat dan pemilirannya saja yang tertinggal. Namun berkat kegigihan Kartini kemudian didirikan sekolah wanita oleh yayasan Kartini di semarang pada tahun 1912, san selanjutnya di Yogyakarta, Surabaya dan sebagainya. Nama sekolah sekolah tersebut adalah sekolah Kartini. yayasan Kartini sendiri dibentuk oleh van Deventer yang merupakan tokoh politik etis.

Perjuangan Kartini tidak hanya sendirian. Dewi Sartika dari jawa barat adalah termasuk sosok yang berjuang di jalan Kartini. selain nama Dewi Sartika ada pula nama Rohana Kudus dan Rahmah el Yuniasih dari Bukit tinggi dan Padang. Dua nama terkahir bahkan mendirikan beberapa sekolah perempuan yang kemudian menjadi inti dari organisasi Kaum Ibu Sumatera. Sedang di Yogyakarta muncul perkumpulan Aisyah yang merupakan bagian dari Muhammadiyah yang bergerka dalam bidang sosial terutama pergerakannya didominasi oleh kaum perempuan.

Berikut adalah perkumpulan perkumpulan semacam di atas selepas tahun 1920. Diantaranya:

· Ina Turi dari serikat Ambon 
· Wanudiyo Utomo dari Sarekat Ialam 
· Wanito Utomo 
· Wanito Mulyo 

Puncaknya tejadi pada bulan Desember 1928 seluruh utusan dari perkumpulan perkumpulan semacam yayasan Kartini dikumpulkan menjad satu untuk mencari sebuag konsep kesatuan organisasi seluruh Indonesia. Diantara yang memprakarsai adalah Nyonya Sukanto, Nyonya Suwardi, dan Nyonya suyatin. Hasil nya akan dibentuk sebuah paersatuan perkumpulan perkumpulan perempuan. Dibentuklah Perwani, persatuan wanita indonesia. Paguyuban ini membawahi bermacam perkumpulan perkumpulan perempuan.

Pada era pergerakan nasional, gerakan gerakan perempuan ini mulai menampakkan peran yang cukup signifikan. Diantaranya dengan ikut melebur pada organisasi organisasi yang lebih besar. Itulah pengaruh perjuangan Kartini yang terasa bahkan sampai waktu yang cukup lama sesudah Kartini meninggal. Jasa jasanya akan selalu dikenang. Ide dan pemikirannya selalu membangkitkan gairah untuk berjuang. Itulah semangat Kartini yang ditularkan pada generasi sesudahnya. Meskipun ada anggapan bahwa sosok Kartini adalah sosok yang diangkat Belanda sebagai figur. Belanda sengaja mengangkat Kartini yang berpola pikir kebarat baratan menjadi figur panutan bagi banyak rakyat

Comments

Popular posts from this blog

Historiografi Asia Selatan

Ilustrasi Peninggalan Sejarah di India Perkembangan histiografi di Asia selatan dapat dibagi dalam dua periode yakni tradisional dan modern. Pada masa historiografi tradisional sumber-sumber kesusasteraan masih sangat kental. Semisal dengan ada banyaknya cerita cerita epik ataupun kitab kitab yang menceritakan kisah raja raja. Sedangkan dalam historiografi modern lebih mengarah ke India hal ini dikarenakan India merupakan yang paling mengesankan dalam kuantitas atau kualitasnya. Serta india berkembang dengan pesat dibandingkan dengan wilayah lain seperti pakistan, sri lanka atau bangladesh  Historiografi Tradisional Masa sebelum masuknya agama Islam ke India  Kebudayaan pertama di asia selatan adalah kebudayaan mohenjodaro dan harappa. Dari penggalian reruntuhan bekas lokasi kebudayaan ini ditemukan bahwa kebudayaan ini memiliki tingkat kemajuan yang cukup tinggi. Dimana tata kota sudah diatur sedemikian rupa dengan adanya pengaturan kapling rumah, pemand...

Kota Tegal Dalam Sejarah

Raden Dewi Sartika

Potret Raden Ayu Dewi Sartika. source: wikimedia.org Salah satu tokoh yang memiliki peranan penting dalam pergerakan nasional indonesia adalah Dewi Sartika. Bisa dikatakan peran yang dimainkan oleh Dewi Sartika tidak kalah penting dengan Kartini. Meskipun sama sama berjuang membela hak perempuan namun terdapat beberapa perbedaan antara Kartini dan Dewi Sartika. Itulah yang membuat perjuangan Dewi Sartika memiliki makna tersendiri bagi perempuan perempuan Indonesia. Dewi Sartika merupakan salah satu tokoh pelopor dalam hal pendidikan untuk kaum perempuan. Dewi Sartika lahir di Bandung 4 Desember 1884. Orang tua Dewi Sartika adalah salah satu priyayi di tanah sunda, Raden Somanegara dan Nyi Raden raja Permas. Sejak kecil Dewi Sartika sudah mendapatkan pendidikan barat dari asisten residen Cicalengka. Tempat dimana pamannya bupati Martanegara berkedudukan. Tidak hanya belajar, Dewi Sartika sejak kecil juga sudah mulai mengajar teman teman sebayanya segalaa hal yang dia pelajari...