Setiap kali masuk ke ruangan itu, saat keluar pasti hanya ada dua nuansa. Nuansa kelabu atau terang. Masuk dan duduk berbanjar berbaris, disajikan oleh pramusaji yang cantik beraneka hidangan yang asing. Seseuatu yang tak pernah dihidangkan di luaran ruangan. Orang orang menyebutnya Konto terasi. Hidangan orang orang pesisir yang katanya hidupnya dinamis dan penuh dengan warna. Partem telah bolak balik masuk ruangan itu sekitaran lima kali. Empat kali kelabu dan hanya sekali terang. Memang membongkar konto terasi ini butuh keberanian dan keteguhan hati. Karena rasa yang terkandung dalam Konto terasi memang cukup menantang nyali. Kadang ada rasa pedas menyeruak yang membuat kerongkong panas. Kadang malah hanya ada rasa hambar dan kadang rasa pahit yang membuat lidah mengkerut. “Par, tak masuk kelas lagi kau rupanya? Naik gunung lagi?” Melangkah pelan dari ujung gerbang kemudian Totem duduk di kursi kayu tak jauh dari Partem duduk. “Coy.. ternyata Kartini itu tak ...